Dari jumlah kelompok SPP per November 2013 di UPK kecamatan Depok yakni:
- Desa Maguwoharjo : 40 kelompok
- Desa Condong Catur : 20 kelompok
- Desa Catur Tunggal : 34 kelompok
Lerak Cair RONSARI NL
Sabun khusus
Cuci : Batik/Lurik/Tenun/Sasirangan
(kain
dengan proses pewarnaan alami)
Sebelum
ada detergen yang dilakukan nenek moyang kita adalah:
a.
Mencuci pakaian bayi menggunakan daun “nilam
sabun” (jawa: godong dilem) yang diremas-remas sehingga berbusa, aromanya khas
dan sangat wangi, sehingga bau amis hilang
b.
Mencuci batik/lurik/tenun/sasirangan menggunakan lerak.
Di
Yogyakarta Naning bersama suami memproduksi dengan merk RONSARI NL, yang ternyata sangat diminati oleh banyak orang,
beberapa teman yang telah mencoba, mengakui keunggulannya, namun sayang
produksi tersebut tidak tersedia di toko batik.
Beberapa kenalan memesan langsung, kemampuan
memproduksi per bulan saat itu antara 50 s.d 100 botol saja, (botol & lerak dibeli secara ecer sehingga biaya
produksi mahal). Tahun 2009 Naning bergabung dengan kelompok SPP (Simpan Pinjam
Perempuan) UPK Depok, mendapatkan pinjaman Rp. 3.000.000, yang dipergunakan
untuk membeli botol langsung ke pabrik, memesan label dalam jumlah besar, yang berpengaruh
sangat signifikan dalam biaya produksi). Booming saat diikutsertakan oleh Unit
Pengelola Kegiatan Kecamatan Depok dalam pameran-pameran. Pada event pameran di
kabupaten Sleman ada toko Batik membeli dalam jumlah banyak. Pengalaman
penjualan di pameran tersebut membuat Naning menjadi lebih percaya diri melayani
permintaan rutin dari beberapa toko batik di kota
Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo.
Pesanan
datang dari Surabaya, Jakarta, Pekalongan, Denpasar. Produksipun
semakin meningkat, sejak April 2010 permintaan mencapai lebih dari 1.000/bulan.
Tahun 2010 diperoleh lagi pinjaman ke-2 dari UPK Kec. Depok sebesar Rp
3.450.000. Pemasaran yang selalu difasilitasi oleh UPK baik itu melalui setiap pameran yang diikuti UPK
maupun dipromosikan di beberapa tempaT.
UPK
Kecamatan Depok saat ini tengah berupaya membantu proses mematenkan nama
produk, sebagai pengrajin ibu dua anak
ini memiliki impian jangka panjang :
a.
Dapat dijual di supermarket (tidak hanya di
toko batik)
b.
Memiliki kebun lerak sendiri, karena pohon
lerak semakin langka (budidaya tanaman lerak), sehingga dapat menekan biaya
produksi.
c.
Mampu memproduki 1.000 botol setiap hari
sehingga tidak menolak banyaknya permintaan dari luar provinsi, (produksi
banyak artinya dapat merekrut tenaga kerja lebih banyak)
Mengapa
harus lerak ?, detergen, sabun colek, sabun mandi,
shampo rambut, pewangi dan pelembut pakaian tidak mempunyai zat pengikat warna,
sehingga kurang tepat untuk mencuci batik/lurik/tenun/sasirangan (kain dengan
proses pewarnaan alami). Lerak (Sapindus
Rarak) memiliki:
a) Minyak lerak alami yang berfungsi
menguatkan warna kain
b) Saponin yang menghasilkan busa, dapat menarik kotoran yang melekat pada kain,
kemudian melepas kotoran dari serat kain saat dibilas.
c) Saponin juga mengandung desinfektans
pembunuh kuman, (mengapa batik bebas dari ngengat dan tidak apek meskipun
dijemur tanpa sinar matahari)
PROFIL
Nama Usaha
|
:
|
Sabun
cuci kain berbahan dasar LERAK
|
Nama Produk
|
:
|
RONSARI NL Artinya
Daun yang indah; membuat warna kain lebih indah,
|
Nama Pemilik
|
:
|
Eko
Yuningsih (Naning)
|
Alamat
|
:
|
:Jl. Adisucipto KM 7 No. 206 Ngentak Pecinan, Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta
|
Contac Person
|
:
|
0817
548 7622 dan 0818 261514
|
Jumlah Produksi
|
:
|
a. Tahun 2009
: 50 s.d. 100 botol per bulan
|
b.
Tahun 2010 : 1.000 botol per bulan
|
||
Jumlah Pinjaman di UPK
|
:
|
a. Tahun 2009 :
Rp. 3.000.000
|
b.
Tahun 2010: Rp. 3.450.000
|
||
Pembinaan dari UPK yang telah diterima
|
:
|
a. Pameran
tingkat kecamatan di kabupaten Sleman maupun tingkat nasional
b. Promosi
ke beberapa tempat
c. Memperoleh
fasilitas pembuatan label kemasan agar lebih aman dan menarik
|
Kelompok
|
Ngentak
dan kini menjadi kelompok Usaha Bersama dalam usahanya untuk mengembangkan
lerak dari pembibitan sampai pemanfaatan buah lerak menjadi pencuci batik
dll.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar